Kamis, 12 Juli 2018

PUSKESMAS KADUR KAJI BANDING KE PUSKESMAS BLUTO



Puskesmas Kadur, Rabu, 11/07/2018. Sebagai syarat dan bagian penting dari proses legitimasi atau akreditasi sebuah fasilitas kesehatan khususnya Puskesmas, maka hari rabu kemarin UPT Puskesmas Kadur melaksanakan Kaji Banding ke UPT Puskesmas Bluto Sumenep.



Kaji banding merupakan kegiatan meninjau dan mengevaluasi manajemen mutu pelayanan dan penyelenggaraan puskesmas dengan metode membandingkan keadaan suatu puskesmas dengan puskesmas lain yang memiliki manajemen mutu pelayanan dan penyelenggaraan puskesmas yang lebih baik.



Dari beberapa Puskesmas yang sudah terakreditasi, rabu kemarin Puskesmas Kadur memilih untuk melakukan kaji banding ke Puskesmas Bluto. Bukan tanpa alasan kenapa Puskesmas Kadur memilih Puskesmas Bluto sebagai puskesmas kaji banding, Puskesmas yang terakreditasi Utama ini memang pantas untuk dijadikan bahan kaji banding karena secara manajemen mutu pelayanan dan penyelenggaraan puskesmas terbukti jauh lebih baik dari Puskesmas Kadur. Maka tidak ada alasan untuk tidak belajar dari Puskesmas Bluto.



Pertemuan dua Puskesmas ini diawali dan disambut oleh Tim Paduan Suara Puskesmas Bluto yang menyanyikan lagu daerah madura. Kepala Puskesmas Bluto Hj. Siti Hairiyah, S.Kep.,Ns meyambut langsung rombongan Tim Kaji banding Puskesmas Kadur. Kaji banding ini juga dihadiri oleh Tim Pendamping Akreditasi Puskesmas Kadur Ibu Koeswanti, SKM.,MM, Achmad Syamlan, SKM.,M.Si., serta dr. H. Achmad Muzammil. Dalam sambutannya Achmad Syamlan mengatakan ‘’memang tidak salah puskesmas kadur memilih puskesmas bluto, dari penyambutannya saja sudah luar biasa, suasana dan kesan ketika masuk terkesan sejuk dan indah, padahal di pinggir jalan raya’’ begitu tutur beliau.



Kegiatan ini juga diawali dengan pemaparan dari Kepala Puskesmas Bluto Hj. Siti Hairiyah, S.Kep.,Ns yang menjelaskan tentang Puskesmas Bluto dari mulai Nol sampai menjadi puskesmas terakreditasi Utama. Beliau juga menjelaskan secara detail manajemen mutu pelayanan dan penyelenggaraan puskesmas di Puskesmas Bluto dari mulai UKM, UKP dan Admen. Setelah itu dilanjutkan oleh sambutan dan pemaparan Kepala Puskesmas Kadur Sri Wahyuni, SKM.,MM. Dalam paparannya yang singkat itu beliau berterimakasih atas sambutannya yang begitu sangat baik dan apresiasi yang tinggi atas manajemen dan pelayanan yang sangat baik di Puskesmas Bluto.



Kaji banding per pokja ini dimulai dengan mengkaji semua elemen dokumen, sarana, dan pelayanan yang ada di Puskesmas Bluto. Kaji banding ini juga menjadi sarana evaluasi perbandingan terhadap semua elemen penilaian akreditasi. Sehingga dengan melaksanakan kaji banding ini Puskesmas Kadur bisa memperbaiki dan meningkatkan manajemen mutu pelayanan dan penyelenggaraan puskesmas yang pada akhirnya Puskesmas Kadur keluar dengan status terakreditasi Paripurna atau Utama sesuai harapan semua pegawai Puskesmas Kadur.



Kaji banding ini berakhir sampai sore sekitar pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan pemberian cindera mata dari Kepala Puskesmas Bluto kepada Kepala Puskesmas Kadur.

Kamis, 05 Juli 2018

WHO JELASKAN TATALAKSANA IMUNISASI DI PUSKESMAS KADUR



Puskesmas Kadur, Kamis (05/072018) Sebagai induk organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) melalui perwakilannya memberikan presentasi tentang standar operasional prosedur penatalaksanaan imuninasi yang baik dan benar. Bertempat di Aula Petemuan UPT Puskesmas Kadur pertemuan itu dimulai jam 08.00 dan berjalan lancar.

Sehari sebelumnya Puskesmas Kadur sudah melaksanakan sosialisasi ORI kepada sejumlah lintas sektoral dan tokoh masyarakat. Pertemuan hari ini sebagai lanjutan dari pertemauan sebelumnya dalam rangka mensukseskan kegiatan ORI yang akan dilaksanakan hari senin mendatang. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Puskesmas Kadur dalam menurunkan dan membebaskan kecamatan kadur dari kasus difteri.



Djamari, SKM.,M.Kes sebagai perwakilan induk organisasi kesehatan dunia WHO itu memberikan pemaparan yang sangat detail dan jelas tentang penatalaksanaan pemberian imunisasi dari mulai persiapan sebelum pelaksanaan sampai selesai melakukan pemberian injeksi vaksin.

Beliau menjelaskan, penentu keberhasilan pemberian imunisasi tergantung kepada 2 orang pelaksana di lapangan. ‘’keberhasilan pemberian imunisasi tergantung kepada 2 orang, bu bidan dan korim (koordinator imunisasi)” ungkap pria yang kental dengan logat jawanya ini. Dalam paparannya juga beliau menekankan pemberian vaksin harus memperhatikan dosis dan kemasan vaksin. Kemasan vaksin harus baik dalam suhu yang sesuai. Dosis pemberian harus tepat dan jenis vaksin harus sesuai dengan usia yang seharusnya diberikan.



Pertemuan yang juga dihadiri tenaga kesehatan dari Puskesmas lain ini berjalan lancar dan sangat memberikan manfaat bagi tenaga kesehatan khususnya bidan yang akan melaksanakan kegiatan ORI senin mendatang. Dengan bimbingan langsung dari WHO ini diharapkan kepada tim dan pelaksana yang akan memberikan vaksin sesuai standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan. Sehingga resiko kesalahan tindakan dapat dihindari.

Rabu, 04 Juli 2018

SOSIALISASI ORI PUTARAN II UPT PUSKESMAS KADUR



Puskesmas Kadur, (Rabu, 04/07/2018) Bertempat di Aula Pertemuan UPT Puskesmas Kadur sosialisasi Kegiatan Outbreak Respone Immunization (ORI) putaran ke II kembali dilaksanakan. Pertemuan yang dimulai Pkl. 09.30 itu dihadiri oleh sejumlah lintas sektoral kecamatan kadur, Dinas Pendidikan Kecamatan Kadur, Tokoh Masyarakat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan.

Dalam kesempatan ini, pertemuan dibuka oleh Kepala UPT Puskesmas Kadur Sri Wahyuni, SKM.,MM. Dalam sambutannya beliau menghimbau agar semua elemen masyarakat bersama-sama mencegah difteri dengan mendukung kegiatan pemberian imunisasi difteri yang dijadwalkan akan kembali dilaksanakan pada Senin, 9 Juli 2018 mendatang.


Pertemuan yang juga dihadiri oleh lintas sektoral Danposramil 0826/12 Kadur Serma Suaidi dan beberapa anggota lainnya juga diisi oleh Penanggung Jawab P2 Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Zainal Alim As’ari, SKM yang memberi paparan secara detail tentang penyakit difteri dan imunisasi difteri.

Pertemuan ini juga didukung dan dihadiri oleh sejumlah forum masyarakat diantaranya Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Puskesmas (FKMPP). Dalam kesempatan yang sama Baiturrahman menghimbau agar UPT Puskesmas Kadur selalu memberi komunikasi yang intens bahkan sosialisai kepada masyarakat terkait penyakit difteri dan imunisasi difteri.

Sebagai pelaksana, UPT Puskesmas Kadur kembali akan melaksanakan Kegiatan ORI putaran ke II pada posyandu-posyandu di wilayah kerja UPT Puskesmas Kadur. Diharapkan Kegiatan ORI putaran ke II semua sasaran dapat dilakukan pemberian imunisasi tanpa ada penolakan dari pihak orang tua/keluarga mengingat peyakit difteri tergolong penyakit menular dan berbahaya. 

Minggu, 06 Mei 2018

PELATIHAN DOKTER KECIL UPT PUSKESMAS KADUR


Puskesmas Kadur - Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6 – 21 tahun, yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 sub kelompok, yakni pra remaja (6-9 tahun) dan remaja (10-19 tahun)


Salah satu program UKS Puskesmas Kadur diantaranya adalah Dokter Kecil. Bertempat di aula UPT Puskesmas Kadur pagi tadi dilakukan Kegiatan Pelatihan Dokter Kecil. Kegiatan yang dihadiri oleh siswa/siswi anak usia sekolah dasar se kecamatan kadur ini berjalan lancar dan siswa/siswi antusias mendengarkan materi. Pemberian materi disampaikan oleh Pelaksana Program UKS/Promkes Dadang Dermawan dan Shofiyatus Sholehah.


Secara umum materi dokter kecil berfokus pada 8 Indikator PHBS yang menjadi dasar pengetahuan siswa/siswi tentang kesehatan sebagai modal awal siswa/siswi sebagai duta dokter kecil Puskesmas Kadur. Selain itu diharapkan siswa/siswi dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah,di rumah dan lingkungannya serta agar siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat.


Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :

1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Olahraga yang teratur dan terukur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya

Jumlah anak di indonesia rata-rata 30% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 237.556.363 orang dan usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahaan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 250.000 sekolah negeri, swasta maupun sekolah agama dari berbagai tindakan.
Salah satu 8 indikator yang dipraktekkan tadi pagi adalah mencuci tangan dengan air bersih dan sabun


Selain tentang PHBS, dokter kecil juga dibekali pengetahuan tentang pengetahuan dasar Anatomi gigi dan mulut dan menjaga kesehatan gigi dan mulut yang disampaikan oleh Perawat Gigi Puskesmas Kadur Shofiyatus Sholehah. Siswa/siswi diarahkan mempraktekkan cara menggosok gigi yang benar.